Para CPNS Akan Berebut 5.940 Kursi

Berebut kursi CPNSInfo Pendaftaran CPNS – Putra-putri Sulut ditantang bersaing dengan daerah lain. Sedikitnya 5.940 kursi CPNS tersedia di tujuh Lembaga Pendidikan Ikatan Dinas (LPID). “Jangan hanya berharap diterima PNS di daerah sendiri. Peluang menjadi abdi negara terbuka di LPID. Gengsinya lebih tinggi. Kita ditantang bersaing dengan sumber daya manusia se-Indonesia,” kata Wakil Ketua Komisi I bidang pemerintahan Deprov Sulut Kristovorus Decky Palinggi. Peluang tersebut, lanjutnya, tak boleh disia-siakan.

“Setelah pendidikan, bisa kembali mengabdi untuk Sulut. Kita harus berani mengambil kesempatan ini,” tukasnya, sembari mengingatkan calon siswa untuk menempuh mekanisme, tidak mengandalkan calo. Tahun ini pemerintah membuka kesempatan untuk mengikuti seleksi menjadi siswa atau taruna pada kementerian yang mempunyai LPID. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi mengatakan, para siswa sekolah kedinasan dipersiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dalam fungsi tertentu dan dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. KemenPAN-RB, kata Yuddy, sudah melakukan kajian yang komprehensif jumlah kebutuhan pemerintah untuk tenaga dengan spesifikasi tertentu yang akan dididik di sekolah kedinasan, dengan melakukan koordinasi lintas instansi baik tingkat pusat maupun daerah.

“Saya pastikan, tidak ada kebijakan penerimaan pegawai yang bertentangan dengan prinsip efisiensi dan efektifitas kinerja pemerintah. Semua sudah disesuaikan dengan kebutuhan instansi saat ini,” tegas Yuddy. Sementara itu, Sekretaris KemenPAN-RB Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, ada tujuh LPID yang membuka kesempatan 5.940 kursi calon siswa. Ketujuh LPID dimaksud adalah Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, yang membuka kesempatan untuk 3.650 siswa, institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan 900 kursi, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) 500 kursi, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) 300 calon siswa/taruna, 260 calon taruna Akademi Imigrasi (AIM) dan Poltekip, 250 orang untuk Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG), dan sebanyak 80 orang untuk Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN). “Warga yang ingin mendaftar dapat dilakukan secara online melalui portal panseldikdin.menpan.go.id sesuai dengan jadwal. Informasi lengkap terkait dengan pendaftaran dapat diakses di portal masing-masing kementerian atau lembaga pendidikan kedinasan,” papar Atmaji. Dikatakannya, dengan sistem pendaftaran terpadu ini, tidak ada satu orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan dengan kewajiban menyediakan uang dalam jumlah tertentu.Kemudian,  peserta hanya boleh mendaftar di salah satu dari 7 kementerian/lembaga pendidikan kedinasan.

“Apabila mendaftar di dua atau lebih lembaga pendidikan, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur,” terangnya. Peserta, lanjutnya, dapat mengikuti pendidikan apabila telah dinyatakan lulus keseluruhan tahapan seleksi. Namun, untuk pengangkatan menjadi CPNS, dilakukan setelah dinyatakan lulus serta memperoleh ijazah dari lembaga pendidikan yang bersangkutan dan ditempatkan pada jabatan tertentu berdasarkan usulan dan formasi yang ditetapkan oleh MenPANRB. “Jadi, meskipun sudah diterima di lembaga pendidikan ikatan dinas tersebut, tidak otomatis diangkat menjadi CPNS,” pungkas Atmaji.  Senada dikatakan Deputi SDM Aparatur KemenPANRB Setiawan Wangsaatmadja. Siswa ikatan dinas tidak langsung diangkat menjadi CPNS. Mereka baru akan diangkat sebagai CPNS setelah selesai pendidikan dan memperoleh ijazah. Ia mencontohkan apabila program D3 akan diangkat sebagai CPNS tahun 2018, apabila S1/D4 maka akan diangkat sebagai PNS tahun 2019. “Jadi saat ini yang kami rekrut adalah calon siswa sekolah ikatan, bukan CPNS,” tegas Setiawan.

Dapatkan info penerimaan CPNS 2016 & kisi – kisi soal CPNS beserta jawaban dan pembahasan setiap jawaban dan juga tryout CAT CPNS silahkan klik disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *